Chapter VI: Magic Rites as Affecting the Life of Man (1)
Birth-Spirits
[cxli] Langsuir Charm [Chap. vi. p. 326.
Jintek-jintek di kuala!
Jauh tajam mata-nya,
Dekat tumpul hati-nya;
Terbuka batu dalam tanah,
Terbuka hati satru lawan 'ku.
Terbuka maiat dalam tanah,
Terbuka hati satru lawan-'ku.
Sayu hati memandang aku
Berkat aku memakei do`a Silam Bayu.
[cxlii] Charm for laying a Pontianak [p. 327.
Pontianak, mati beranak,
Mati di-timpa tanah tambah!
Krat buluh panjang pandak
'Kan pelemang hati Jin Pontianak.
Dengan berkat la-ilaha, d.s.b.
Another version is exactly the same as far as the words Jin Pontianak, but continues--
Jembalang, Jembali,
Daun lalang gulong-gulong,
Datang angkau kamari,
'Ku tetak dengan parang gudong.
(Here expel your breath forcibly.)
Alternative Charms
[cxliii] Tangkal Mati Anak (Pontianak)
Lada kechil, lada hitam [966]
Sampei ka tunggul muda Peri [967]
Adek yang kechil, adek yang hitam [968]
Si Anu terkena sambar (ini).
Jin Pontianak rimba!
Aku tahu asal 'kau jadi
Berumah 'kau diatas Sa-lembar [969]
Minta' tawar, minta' jampikan.
Kabul-lah do`a Pontianak
Kabul Guru, kabul aku,
Dengan berkat la-ilaha, d.s.b.
[cxliv] Charm for laying a Penanggalan
Kur, ayam puteh,
Kur, ayam hitam,
Chatok-lah prut Manjang yang terjela-jela itu,
Chatok-lah hati, jantong, limpa Manjang itu,
Dengan berkat, d.s.b.
[cxlv] Charm for laying (lit. neutralising) a Polong [p. 329.
Hei Si Tinjak, Si Tertib,
Ular dan lipan berkelamentang!
Terbato' terber'sin,
Berkat aku menangkal polong dengan bajang hantu sakalian.
Asal-'kau di tanah kang, [970]
Pulang-'kau ka tanah kang,
Asal-'kau di tanah dengkang,
Pulang 'kau ka tanah dengkang,
Datang 'kau menelentang,
Pulang angkau meniarap,
Pulang-lah angkau kapada jinjang angkau,
Hei, Dato' Ulan, Dato' Puteh,
Tetap-lah angkau kapada tempat angkau,
Kapada hulu ayer paya berlendang
Berkat, d.s.b.
[cxlvi] Charm for killing a Polong (apparently addressed to the Pelesit)
Hu, aku tahu asal 'kau mula menjadi,
Si Ruchau nama 'kau mula menjadi,
Datang menelentang, pulang 'kau menelangkop,
Terlangkop jinjang guru-'kau,
Dengan berkat la-ilaha, d.s.b.
[cxlvii] Tangkal Pelesit [p. 330.
Sa-pertama-nya Nyawa
Ka-dua-nya Darah
Ka-tiga-nya Daging
Ka-ampat-nya Prehat! [971]
Hantu orang asal 'kau jadi,
Tanah puteh asal 'kau jadi,
Tahi Adam asal 'kau jadi,
Tahi Bali [972] asal 'kau jadi!
Jangan 'kau dengki,
Jangan 'kau aniaya
Kapada anak sidang (manusia)!
Jikalau 'kau dengki,
Jikalau 'kau aniaya,
'Kau di-makan besi kawi,
Makan kutop ka bintongan,
Di-hempap Koran tiga puloh juz,
Di-timpa daulat ampat penjuru `alam!
Bukan-nya aku punya tawar:
Nenek Malim Karimun [973] yang punya tawar,
Tawar tersurat di pintu Ka`bah!
Sidik Guru, sidik-lah aku,
Dengan berkat, d.s.b.
In the case of a pelesit (kalau orang sakit merepet kata kuching) add:--
Aku tahu asal 'kau menjadi;
Minyak niyor hijau asal 'kau menjadi.
Kalau ta' undor deri sini,
Kena salang mak angkau,
'Ku sula melentang mak 'kau!
[cxlviii] Birth Ceremonies [p. 334.
The treatment of the umbilical cord is generally somewhat as follows:--The cord is rubbed with dust between the finger tips (di-gentil dengan abu), and kneaded towards the child (di-urut-nya kapada budak), the words "Bismillah wadi mari kamari" being pronounced at the same moment. Then it is tied round with strips of the wild bread-fruit bark (tali trap) in seven places, each a thumb's breadth from the next (pengukor ibu tangan). Saffron (turmeric) and a piece of charcoal (arang saketut) are now laid upon a coin, [974] over which the cord is drawn tightly; and, finally, the cord is severed at a point between the second and third bindings, by means of a splinter (sembilu) of bamboo. The severed ends are now cooled with betel-leaf water (di-jelum dengan ayer sirih), rubbed with pounded garlic mixed with fine dust (bawang puteh di-giling-nya dengan hati abu), plugged with a roasted peppercorn [975] and covered (di-tekup) with mengkudu leaves, after which the child is swaddled (di-bedong). Within from three to seven days the dead end of the cord will fall off (tanggal tali pusat), and the pepper which had previously been inserted will be poured out (di-chichir). The caul (uri) is deposited in a small rice-bag (sumpit) [976] with salt, black pepper, and asam gelugor. The bag is then tied up and roasted in a split stick (sepit) such as is used for cooking fish. After this it is dried by being kept near the fire in the back premises (where it is subjected from time to time to the sembor sirih treatment). When the child can walk, the uri is buried in a hole in the ground, with the nail, candle-nut, brazil-wood, etc., mentioned elsewhere. [977] In this case a cocoa-nut is usually planted to mark the spot where it was buried. Sometimes, however, the bag with its contents is merely thrown into the nearest river or the sea.
[cxlix] If the Labour is difficult
Kalau sakit benar, di-kemam asam garam, katakan:--
Bena mudik ka hulu,
Ker'pok-ker'pak pematah paku,
Ambil ijok 'kau pengikat si alu-alu
De' tujoh bukit, tujoh kuala.
Berkuak bersiah-lah angkau!
Aku 'nak menengo' anak Si Anu lalu.
Kabul-lah pengajar guru-'ku mestajap kapada 'ku
Dengan berkat la-ilaha-illa-'llah.
[cl] When putting the Marks (pangkahan) on the Mother and Child [p. 336.
Tetak buluh telang,
Tetak serba bersisa;
Ayer lior gilang gemilang
Menawar serba yang bisa.
Adolescence
[cli] When scattering the Rice, and applying the Tepong Tawar before commencing to file the Teeth [p. 356.
Tepong tawar, tepong jati,
Patah puchok mali-mali;
Buangkan sial dengan pemali,
Dengan berkat la-ilaha-illa-'llah.
[clii] When touching the Patient's Teeth with any of the Rings or the Egg
Hu, kata Allah!
Hak, kata Muhammad!
Bismillah al-rahman al-rahim
Uru Allah, kopak-kapek
Aku Kadim, pauh [978] menyemblah
Wasam si in Allah aku matikan
Kabul aku memakei do`a mengantok amas. [979]
Kabul berkat la-ilaha-illa-'llah.
[cliii] To destroy the "Venom" of the Steel (buang bisa besi)
Bismillah al-rahman al-rahim
Hei, Bismi!
Aku tahu asal 'kau jadi!
Aku menjadi chahia Allah,
Angkau menjadi mani Allah,
Ada aku, bharu angkau ada,
Tiada aku, tiada angkau ada!
Kalau 'kau derhaka kapada aku,
'Ku buang ka laut Demi dalam!
Hak tiada aku [980] bisa,
Kalau aku[3] bisa, derhaka kapada Tuhan.
Kabul berkat, d.s.b.
[cliv] When first laying the File across the Teeth
Al-salam `aleikum, Nabi Tap [yang memegang bumi],
Al-salam `aleikum, Nabi Khailir [yang memegang ayer],
Al-salam `aleikum, Nabi Elias yang memegang poko. [981]
[clv] To charm the Betel-leaf (jampi sirih) which is presented to the Patient after the Operation [p. 357.
Bismillah al-rahman al-rahim!
Hong sarangin bulan bintang matahari!
Tegak ruh-ku saperti bulan bintang matahari!
Kabul aku memakei do`a Si Awang Lebih
Berjalan aku berlebih,
Berkain aku berlebih,
Berbaju aku berlebih,
Bersaputangan aku berlebih,
Kuat kuasa-ku aku berlebih!
Kabul berkat, d.s.b.
[clvi] Circumcision [p. 360.
A ceremony equivalent to circumcision is performed in the case of girls at between five and seven years of age, a wound "like the sting of a gadfly" (saperti di-gigit pikat), i.e. just sufficient to draw blood, being inflicted by means of scissors wielded by a Bidan (who offers prayers and burns incense). In the case of a boy the skin parted from the wound is received in a cleft stick (sepit), and after being dried is made up into a sort of ring, and used as a charm to secure invulnerability (pelias) in war, or else carried out on a piece of banana leaf and thrown away with ashes from the hearth (abu dapor), which latter are used to stanch the blood. The small bit of skin got from the girl is similarly dealt with.
Personal Charms
[clvii] Charms for Protection [p. 361.
Tahan Tanggal
Hei benang, bertali benang,
Tujoh besi, peratus [982] besi,
Tujoh pengikat sangka raya!
Maka [kalau] menguchap maiat dalam kubor
Di-sahut-ki orang yang di-atas dunia,
Maka aku di-binasakan
Sagala benatang yang bernyawa!
Jikalau tidak menguchap maiat dalam kubor,
Maka tidak-lah aku di-binasakan
Sagala benatang yang bernyawa,
Sagala musoh bahia,
Sakalian anak sidang manusia!
Maka [kalau] berkokok ayam dalam telor
Di-sahut-ki ayam di-atas dunia,
Maka aku di-binasakan, d.s.b.
Tahan Allah, tahan Muhammad,
Tahan Baginda Rasul Allah,
Berkat aku memakei do`a tahan tunggal.
(Then blow to right, to left, and in front.)
[clviii] Pendinding
O Jin Sa-Raja Jin,
Jin bernama Gempa di Rimba,
Jin bernama Gempa di Bukit,
Jin bernama Gempa di Baru, [983]
Saribu Garang Kapala Tujoh nama angkau,
Itulah Jin Sa-Raja Jin
Jin Puteh saudara-'kau!
Jangan angkau rosak binasakan
Jangan angkau menchachat menchedra
'Kau-lah saudara-'ku.
[clix] Pendinding ('Che Muntil)
Allah 'kan payong-ku!
Nabi muhammad Mimbar-'ku!
Raja Brahil di kanan-'ku!
Serafil di kiri-'ku!
Rasul Allah di hadapan-'ku!
Turun mala'ikat yang berampat,
Terkunchi terkanching pintu bahia-'ku.
Turun mala'ikat yang berampat,
'Kau jadi pagar badan-'ku.
Kain Asadasan Asadusin,
Astabarukin 'kan ganti tudong-'ku!
Terlindong-lah diri-'ku didalam kalimah la-ilaha, d.s.b.
[clx] Pendinding
Hei Nur Puteh Maharaja Besi,
Yang menunggu Astana Allah,
Jin Puteh Maharaja Dewa,
Yang menunggu Pintu Langit.
Hei, Mala'ikat Puteh yang didalam diri-'ku,
Yang di-kiri, di-kanan, di-hadapan, di-blakang,
Tolong kawal pleherakan aku ini (or Si Anu ini)!
Serta angkau temukan dengan Nabi,
Didalam ampat puloh ampat hari
Dengan berkat daulat Anak Raja Bulan mengambang,
Dengan berkat daulat Sultan Muhammad,
Dengan berkat mu`jizat Bulan dan Matahari,
Dengan berkat mu`jizat Ibu serta Bapa,
Dengan berkat mu`jizat Nabi Muhammad salla Allah, d.s.b.
[clxi] Pendinding
Besi kling, [984] besi tembaga [985]
Besi melilit [986] di pinggang-'ku
Aku tidor, angkau-lah jaga,
Datang marabaya, grak bangun sa-bangat-bangat,
Datang de' kiri, grak di-kiri,
Datang de' kanan, grak di-kanan
Datang de' kapala, menjunjong naik,
Datang de' kaki, mengangkit bangun,
Hei mala'ikat Israfil,
Kalau 'kau ta' grak bangun,
Derhaka kapada Allah,
Berdosa kapada aku,
Dengan berkat la-ilaha-illa-'llah, d.s.b.
Israfil yang memegang sakalian angin di badan kita
`Azra'il yang mengambil nyawa sagala makhlok.
Mika'il yang membri rezki
Jibra'il yang membawa wahi (khabar).
[clxii] Charm for Health
Salira reksa baik-baik tuboh badan-mu
Jangan bri bersengit riang
Berchelah chachak, [987] berhadoh hanal,
Jangan bri sakit dan pening,
Biar segar-degar, sehat pulang pulis
Pulang pulis sedia kala
Bagei `adat zaman dahulu;
Biar lepong-lasa
Biar tegoh-tegap
Bagei turus di tengah 'laman
Pulang tetap pulang nin
Bagei ayer di taman kacha
Simpan chawan-nya:
Dengan berkat, d.s.b.
Charm for Beauty, used by Children
[clxiii] Pemanis Budak [p. 363.
Ambil ayer dalam batil besar, sapu muka di misei-nya. Bachakan ini yang sebut:--
Matahari ampat, bulan lima,
Bintang tujoh ka mata aku,
Bintang berayun ka dagu aku,
Bulan pernama di kening aku,
Semut berliring [988] di biber aku,
Gajah sa-kawan di gigi aku,
Ombak beralun di lidah aku!
Suara aku saperti suara Nabi Daud,
Rupa aku saperti rupa Nabi Yusoh,
Chahia aku saperti chahia Nabi Muhammad,
Berkat aku memakei pemanisan sama jadi dengan aku
Dengan berkat la-ilaha-illa-'llah, d.s.b.
[clxiv] Another Version
Pemanis
Suh kalubi anta kalubi
'Arash mandi krusi mandi
Loh mandi, kalam mandi,
Aku mandi didalam `izat Allah
Mandi didalam sifat Allah,
Mandi didalam kandang kalimah la ilaha, d.s.b.
Hai, chahia-ku chahia Nur!
Nur Allah, Nur Muhammad,
Chahia Baginda Rasul Allah.
Bintang tiga berator di dada-'ku,
Semut beriring di bibir-'ku,
Ular chintamani di lidah-'ku.
Berkat 'ku memakei chahia Nur.
[clxv] Another Version, combined with a Love Charm
Hong si bintang tujoh,
Bulan perlima [989] di muka aku,
Ombak mengalun di lidah 'ku,
Semut beriring di bibir 'ku,
Angin bertiup di-serta-nya,
Gajah puteh sabrang lautan,
Songsang tapak, songsang bulu,
Songsang belalei, songsang gading,
Itu lagi bertemu kapada 'ku!
Ini 'kan pula Si Anu itu
Bagitu-lah gila kasih sayang kapada 'ku,
Di-bawa makan tiada termakan,
Di-bawa tidor tiada tertidorkan
Berchinta kasih sayang kapada 'ku!
Panah ma`rifat-'ku
Sudah terkena terlekat
Terpaku kapada jantong, hati, ruh, limpa, mempadu, semangat Si
Anu itu.
Kabul berkat, d.s.b.
[clxvi] For Beauty
Pemanis
Bismillah, d.s.b.
Titek 'ku titek, ayer lior sa-titek di-atas permeidani,
Tundok kasih sayang ummat Muhammad memandang aku.
Saperti asam garam [990] bertentangan chahia aku,
Matahari s'ri aku, bulan rupa aku,
Berkat aku memakei do`a asam garam!
S'ri manis, tengkuling [991] manis,
Aku-lah yang manis;
Bukan-nya s'ri manis, tengkuling manis,
Aku-lah yang manis.
Di-pandang ummat Muhammad sakalian laki-laki sakalian perampuan,
Chahia naik ka muka aku,
S'ri turun ka dada aku,
Chahia Allah, chahia Muhammad,
Lebih pagi di-bawa(h) petang,
Lebih petang di-bawa(h) pagi.
Berkat la-ilaha, d.s.b.
[clxvii] Another Version
Pemanis (makan sirih)
'Tik, pinang 'ku titek, [992]
Titek di-atas batu!
Makan sirih bercharik-charik,
Naik s'ri ka muka aku!
S'ri manis, temuning manis;
Bukan-nya s'ri manis temuning manis,
Aku-lah yang manis,
Manis di-pandang ummat Muhammad!
Ta' si kulita' si kulita' tepi laut
Tepi laut bunyi guroh halilintar,
Nabi Daud menengo' chahia muka-'ku yang lebeh,
Chahia Allah, chahia Muhammad, chahia Baginda Rasul Allah!
[clxviii] Before starting on a Journey
Sekam burok, sekam bharu,
[Di-]tampi terlayang-layang,
Tundok hantu 'ku 'nak lalu,
Jangan tindeh bayang-bayang,
Undor-undor
Angkah-angkah,
Hantu tundok
Aku langkah.
[clxix] Bathing Charm
Pemandi bersikat
Merak Si Anggul-anggul
Anggul-anggul atas kota
Gerak ikat sanggul,
S'ri naik ka muka aku,
Chahia melampar ka tuboh-ku.
[clxx] Mengajar Sultan Makan
Tabek tuanku ampun beribu-ribu ampun
Ampun S'ri `Alam S'ri Paduka Jamad-al-`Alam!
Si Jolong menggali lembah
Sa Derit tiang panjang
Tiang sudut menti [993] dulapan
Tapak tangga jari 'ku aran (?)
Tulang bumbongan sawa mengampei
Bergemunehah lebah mengirap,
Bersampang dengan chahia Linggam.
Kadudok tanam di-lembah
Batang padi tepi prigi
Lagi tundok patek menyembah
Minta ampun ka-bawah Duli.
Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun
Ampun Tuanku, S'ri Paduka, S'ri Jamad-al-`Alam.
Love Charms
[clxxi] Pemanis
Hong Si Lala, pinang Si Laling,
Katiga dengan pinang Si Lia-lia,
Tergelak Si Anu lalu tersinyum
Kena ka panchong Si Guyu Gila,
Gila siang, gila malam,
Berkahandakan kapada aku
Dengan berkat, d.s.b.
[clxxii] Kasih Sa-Kampong
Bab ini kasih sa-kampong: di-[?] kan malam waktu handak tidor, `isharat-nya handak bertelanjang, sudah di-bacha tiga kali, maka naikkan [994] deripada kaki sampei muka; pagi-pagi sakali bangun deripada tidor atau tengah mandi pagi pun buleh juga.
Bismillahi-'l-rahmani-'l-rahimi!
Hu yahu rupa chermin Rasul Allah,
Allah akan payong-'ku,
Muhammad akan selimut-'ku,
Bernama chinta manis [995] berendamkan Nabi gulongan-'ku,
Ampar Suleiman di dada aku,
Berkat aku memakei do`a kasih sa-kampong,
Tundok blas kasihan ummat Muhammad
Sakalian laki-laki, sakalian perampuan;
S'ri tengkuling yang manis, d.s.b.
[clxxiii] Pengasih Sa-Kampong (bacha'an laki-laki)
Minyak sibuli belang,
Terletak di hati tangan,
Kembang bunga semandeka,
Kembang langsong ka taman Malayu,
Terbit bulan sapernama,
Terbit memanchar ka muka aku,
Paku irang, paku meranti,
Paku terletak di tengah huma;
Tegak sagala Raja-raja mentri
Aku sa'orang tiada bersama,
Berkat aku memakei do`a Nabi Allah Karimun.
Menggila bernama si do`a Si Awang Lebeh
Aku yang di lebehkan Allah
Aku yang di lebehkan Muhammad
Aku yang di lebehkan Baginda Rasul Allah.
Berkat aku memakei do`a Si Awang Lebeh
Aku yang terlebeh dalam dunia
Yang jadi 'kan anak Nabi Adam yang pertama
Hu Allah la-khu Allah, d.s.b.
[clxxiv] Kasih Sa-Kampong (bacha'an betina)
Sirih si asi-asi,
Letak menyila-nyila,
Menurunkan Si Raja Kasih,
Menetapkan Si Raja Gila,
Sila ginjang, gila serbaya,
Gila sa-kampong, kampong raya,
Gila sa-'laman, 'laman raya,
Gila mabok hati jantong
Sakalian yang bernyawa
Tundok khadmat kapada aku,
Berkat aku memakei do`a Nabi Allah Suleiman!
Hu Allah akbar akbar
La khalu Allah kuwata illah billah ali.
Ya al-athi hak, ya raba-'l-`alamin,
Berkat aku memakei do`a Nabi Idris
Berkat makbul kapada aku. Hu Allah!
Charm against Old Age
[clxxv] Tangkal jangan jadi tua
Nur puteh, Rum puteh,
Puteh buleh menjadi hitam,
Hitam buleh menjadi puteh,
S'ri Jaya sifat-nya aku,
S'ri Allah, S'ri Muhammad!
Aku jadi di beringin songsang,
Kabul berkat aku memakei do`a Lenggundi Hitam,
Sudah mati hidup sa-mula,
Berkat, d.s.b.
Betrothal
[clxxvi] At the Inspection of the Girl [p. 364.
Waris sa-blah jantan pareksa betina; katakan:--
Hei berbuah gadong satela,
Gunong Bantan di tepi laut;
Antah bertuah, antah chelaka,
Kapada Tuan hati tersangkut.
[Kata waris betina "Choba menengo' kerbau aku, kerbau lepas; antahkan rabit, antah patah, antah buta."]
Tinggi tinggi matahari
Anak kerbau mati tertambat;
Salama ini sahya menchari,
Inilah bharu sahya mendapat.
[clxxvii] Menghantarkan Blanja [p. 367.
Rumah kechil para-nya lima
Tempat menyalei ikan kerisi;
Aiu hei, Inche, sahya bertanya
Brapa-kah harga intan disini?
Tali kail panjang-nya lima
'Kan pengail ikan tenggiri;
Tujoh tahil sakati lima,
Itulah harga intan disini.
Kalau tidak rengas di tanjong
Pandan di hulu di-rebahkan;
Kalau tidak mas di-kandong,
Badan dahulu di-serahkan.
Kalau tiada rengas di tanjong,
Ambil beringin pagarkan dulang;
Kalau tiada mas di-kandong,
Jangan inginkan anak orang.
Ribu-ribu batang terpanggong,
'Kan dudok batang rumbia;
Meski sa-ribu hutang 'ku tanggong,
Asal 'ku pinang anak dia.
[Kalau mahu]
Saputangan jatoh ka laut,
Jatoh dengan kalas-kalas-nya;
Panjang tangan sahya menyambut,
Satu tidak akan balas-nya.
Baik kalas, baik tidak,
Lenggundi tumboh di panchor;
Baik baik, baik tidak,
Tegal de' budi hati-'ku hanchor.
[Kalau ta' mahu]
'Che Ungku mudik ka hulu
Ambil kain basoh nila-nya;
Kalau yang itu, biar-lah dahulu,
Kalau yang lain, barang bila-nya.
'Plam 'Che Dol Amat
Jatoh tergolek ka dalam paya;
Kalau ta' dapat dengan hikmat,
Tilekkan tuju prang maya.
Kalau ta' rapat puan de' bingku
Nasi kunyit panggang ayam;
Kalau ta' dapat Tuan di-aku,
Langit sengit, dunia karam!
Marriage
[clxxviii] Melawa [p. 381.
Kalau naik tangga, [kata] waris sa-blah betina:--
Tatang puan, tatang cherana,
Tatang bidok S'ri Rama;
Datang-lah Tuan, datang-lah nyawa,
Datang-lah dudok bersama-sama.
Diri-diri pagar 'Che Naik
Galu-galu anak tangga-nya;
Inche terdiri mari-lah naik,
Sahya ta' tahu menyebut nama-nya.
'Nak tajok, tajok-lah puan,
Remunggei batang berduri;
'Nak masok, masok-lah Tuan,
Timbang-lah chukei `adat negri.
Kata waris sa-blah jantan:--
Belatok lagi terbang,
Ini pula si burong nuri;
Hukum dato' lagi 'ku timbang
Ini 'kan pula chukei negri.
Di-brikan chinchin di-chabut atau wang tiga ampat ringgit.
Medicine
[clxxix] Before removing the Calladium-leaves from the Jar Mouths [p. 411.
Al-salam `aleikum, Nabi 'Tap yang memegang bumi,
Suawam yang memegang langit,
Nabi Noh yang memegang kayu,
Nabi Elias yang menanam kayu,
Nabi Khailir yang memegang ayer.
Aku memohunkan tengo' ubat Si Anu.
[clxxx] After removing them
Al-salam `aleikum, hei Tanju!
Angkau 'ku angkat jadi wali akan saudara-ku
Angkau yang berusul, yang berasal,
Deri dahulu sampei sakarang!
Aku tahu asal 'kau jadi,
Tahi mata Muhammad asal 'kau jadi,
Aku minta' tengo'kan ini sakit Si Anu.
[clxxxi] When holding the Rice over the Censer [p. 412.
Al-salam `aleikum, Mustia Kembang,
Angkau 'ku angkat jadi wali akan saudara,
Kalau sunggoh 'kau yang berusul berasal
Deri dahulu sampei sakarang,
Aku tahu asal 'kau jadi:
Siti Hawa asal 'kau jadi.
Angkau 'ku suroh, 'ku seraya,
Barang sa-bagei 'kau rupakan,
Didalam taman yang endah.
Jangan 'kau mungkirkan janji atau satia.
[clxxxii] After throwing the Rice into the Jars
Al-salam `aleikum, Nabi 'Tap yang memegang bumi,
Nabi Noh yang memegang kayu,
Nabi Khailir yang memegang ayer!
Aku memohunkan jamjam ini
Akan ubat Si Anu itu.
[clxxxiii] When holding the Rice over the Incense [p. 413.
Al-salam `aleikum, Gandum!
Angkau 'ku 'nak suroh, 'nak seraya,
Menengo' penyakit Si Anu!
Jangan mungkir janji atau satia,
Tengo'kan penyakit ini anak chuchu Adam,
Ummat Nabi Muhammad sidang manusia Si Anu!
Kalau datang satu hal
Bergrak-lah dalam kelebu yang suchi!
[clxxxiv] Tilek Penyakit
Another method of "water-gazing," by looking into a cup containing saliva produced by chewing betel
The directions for this ceremony run as follows:--
Get (preferably) a woman (or failing a woman, a man), to chew up for you three "chews" of betel-leaf (betel-leaf with meeting leaf-ribs (sirih bertemu urat) is the best). Receive the saliva in a cup and cover it over with a betel-leaf. Fumigate it with incense and then remove the covering, and "gaze" at it (tilek) intently. The following are the signs which you must look for:--
(1) If it looks yellowish it shows that the patient has been affected by rain in the heat of the day.
(Kalau rechak-rechak kuning rupa chahia-nya, kena hujan panas.)
(2) If it is pitted (with hollows) it shows that the patient has been affected by a stopped-up well or buffalo-wallow.
(Kalau rupa berlubok-lubok, kena prigi buta atau kubangan.)
(3) If it has long streaks running right through it, it shows that the patient has been affected by the Heart of Wood.
(Kalau rupa-nya berurat panjang terjantang ayer sirih-nya, kena teras ada-nya.)
(4) If round, he has been affected by a hidden tree-stump.
(Kalau rupa-nya bulat, kena tunggul buta.)
(5) If frothy, he has been affected by an ant-hill.
(Kalau ada buih, kena busut.)
(6) If you see in it anything that resembles cloth or a ring, it is a soul which has done it.
(Kalau rupa-nya ada kain atau chinchin, semangat yang buat.)
Before you commence to "gaze," recite the following charm:--
Barang apa yang menyakitkan orang ini,
'Kau tunjokkan, kalau ada kamudah-mudahan,
Kalau buatan orang, tunjok de' kiri,
Kalau hantu sheitan, benchar-lah 'kau.
Kalau puaka tunjok de' kanan.
Kalau ta' sarasi, tunjok-lah buih berator melintang matahari.
Kalau 'kau ta' tunjokkan, d.s.b.
Then perform the ceremony with the three water jars. (Vide p. 410 seqq. of the text.)
N.B.--Another method of using the jars is to take seven jars and fill them with water taken from seven different streams (ayer buyong tujoh buyong, di-ambil deripada tujoh anak sungei). Then get ready (kalengkapan-nya) five cubits of white cloth, a mat for sitting on (tikar sa-gulong tempat dudok), a birch of seven "green" cocoa-nut twigs (lidi niyor hijau tujoh 'lei), and the necessary sorts of rice.
Now the Pawang summons the spirits as follows:--
O Jin, Saraja Jin,
Jin yang memegang tanah Makkah
Jin yang memegang Ka`bat Allah
Anak Jin Puteh, Tanjak Malim Kaya,
Pari Lang, Bintang Sutan,
[Mari mendapat jinjangan kamu, d.s.b.]
So, at least on the first night; on the second, "Lanchang Kuning" (sic) and "Samambu Tunggal" are invoked in place of Pari Lang and Bintang Sutan. On their arrival the wizard (Pawang) becomes unconscious.
[clxxxv] Buang limas [p. 423.
Al-salam `aleikum, Nabi Allah Khailir, yang memegang ayer!
Maduraya nama bapa-'kau,
Madaruti nama mak-'kau,
Si Kekas nama anak-nya:
Sambut pekiriman adek-'kau, Si Kekas,
Jangan sakit pening, jangan kembong
Inilah pekiriman adek-'kau.
[clxxxvi] Ambang-ambangan [p. 424.
Jembalang Jembali Hantu Tanah
'Kau ambil ini bhagian 'kan upah-'kau,
'Kau baikkan Si Anu.
Kalau 'kau tidak baikkan,
Aku sumpah dengan kata la-ilaha d.s.b.
[clxxxvii] Charm against the Cramp
Tawar Senak
Batang penak, batang pejam,
Katiga dengan batang kladi;
Datang senak, datang tajam,
Datang tawar tidak menjadi.
[clxxxviii] Charm against Abdominal Swelling
Tawar Kembong Prut
Kra chika untut jari-nya,
Kembong segah untut jadi-nya.
[clxxxix] Charm against Convulsions (in Children)
Tangkal Sawan Budak
Songko' kopiah `Arab,
Pusat-ku bernilam,
Darah mani-ku manikam,
`Arash akan tiang-nya,
Uri tembuni akan tempat-nya,
Tentuban saudara yang tua!
Aku menangkal sawan kembong.
The following lines are the same, substituting for kembong the words:--(1) tergeger, (2) tersintap, (3) terjun, (4) angin yang hitam, (5) angin yang merah, (6) angin yang biru, (7) angin yang ungu, (8) angin yang kuning, (9) angin yang hijau, (10) sa-mula jadi, respectively; then follows:--
Terbit kapada mak dengan bapa-nya,
Aku menangkal sawan yang ampat puloh ampat.
Marikan kapada bapa-nya,
Kabul pengajar guru-ku
Masok kadalam urat sendi salerang Si Anu itu,
Ujut anggota Si Anu itu!
Berkat la-ilaha, d.s.b.
Ramuan-nya lekar jantan tiga krat, sapanjang tapak orang yang sakit, sakat mengkarong tiga krat, kaki benang 'mas, mempulor bawang puteh, jintan hitam sadikit, jintan puteh, bawang merah, sabut pinang kotei, kem'nyan puteh; bakar, taroh dalam ponggong niyor jantan, champor ayer nasi sadikit, chonting-kan dahi dan sendi-sendi yang sakit itu, saperti kaki ayam.
[cxc] Cholera
It is related that a Malay named Satuba, who lived at Kuala Selangor, had a wife and two children, both of whom died of cholera and (apparently) became cholera-demons. The wife enters the right-eye socket (chengkong?) of the cholera patient, and is named Sapu-laman; and the two children, who enter the left eye, are called Sapu-negri and Sapu-rantau.
Satuba (when his wife and children died) ran off to the woods, and there he met an orang kramat, who gave him this charm against cholera:--
Ya kayun Muhammad baka kallah
Ka hatal Makah.
The charm is called Satuba's charm, or the charm against "Prince 'Lick-up-the-men-of-war-ships'" (Raja Jilat juak kapal prang). The wife's name in Arabic was Adayatu'llah, and the children's, Hidayatu'llah and Ayatu'llah respectively.
[cxci] Charm for neutralising Poison [p. 425.
Tawar rachun
Idu puteh, penawar puteh,
Turun deri gunong puteh,
Bertijak dengan pinggan puteh,
Bergantong di langit puteh
Terbang burong garuda puteh
Membawa haniran [996] tawar,
Hak! upar-pun [997] t'ada bisa,
Upas-pun t'ada bisa,
Rachun-pun t'ada bisa,
Ular gerang pun t'ada bisa,
Ipoh Brunei pun t'ada bisa,
Ah! sakalian yang bisa t'ada bisa,
Berkat aku memakei do'a guliga kasaktian.
Asal tawar deripada Allah,
Penjadian tawar deripada Allah,
Pohun tawar deripada Allah,
Raja 'Brahil [998] di-suroh Allah
Membawa tawar kapada Muhammad!
Berkat Muhammad, ya Muhammad!
Turun-lah sagala bisa
Naik-lah sagala tawar.
Tawar aku pemadam bisa
Tawarkan Allah,
Tawarkan Muhammad,
Tawarkan Baginda Rasul Allah.
Waya telap tap. [Seven times repeated.]
Kabul aku penajam gabus
Do`a-'ku tajam saperti kundor
Tangkas bah saperti kilat
D'ras saperti angin,
Kabul aku memakeikan do`a Dato' Malim Karimun
Yang kramat bertapa di hulu sungei Sa'iran (di hulu Misir)
Dengan berkat, d.s.b.
[cxcii] Charm for neutralising the Venom of Snakes, Centipedes, and Scorpions
To bring the poison out (naikkan), rub the place upwards (urut ka-atas); to cause it to subside (turunkan), rub it downwards (urut ka-bawah). In the first case say:--
"However venomous the snake which is within ourselves,
Yet more venomous be the snake which comes (to meet it)."
In the second case--
"However venomous the snake which comes (to meet it),
Yet more venomous be the snake which is within ourselves."
and (in either case) mutatis mutandis for centipedes and scorpions.
It was explained that the "snake which is within ourselves" (ular dalam diri kita) means the muscle of the shoulder-blade (urat belikat), and that similarly "the centipede which is within ourselves" is the neckbone (tulang batang leher), and "the scorpion which is within ourselves" the loins (ujong salbi).
[cxciii] Charm against Venom
Tawar Bisa
Bismillah, d.s.b.
Allah Hu! Muhammad Hu!
Berkat tawar Baginda `Ali
Aku menawar sakalian yang bisa,
Menaikkan tawar, katurunkan bisa,
Berkat tawar Dato' Gunong Tujoh Tanah Mirah
Tawar Allah, d.s.b.
[cxciv] Another Charm of similar Import
Tawar
Apa-apa mestapa, [999]
Terlayang-layang, terlatok-latok,
Teranai-anai, sira-sanai, [1000]
Dudok di sempang ampat,
Bersandar di pinang boring;
Datang kamu deri sempang ampat,
Kembali kamu ka sempang ampat;
Datang [kamu] deri bakal, [1001]
Kembali kamu ka bakal kamu;
Datang kamu deri lubok tada berikan,
Kembali kamu ka lubok tada berikan.
The rest of the charm is of the same construction, the first line of each couplet beginning with datang kamu deri, and the second with kembali kamu ka; the other words are tunggul buta, tras terunjam, [1002] padang ta' berumput, gaung guntong, rimba sa-kampong, sakat rambai, nibong alai, Mambang Kuning, hujan panas, kapialu Bajau, after which it ends thus:--
Kembali-lah kamu ka takok, ka tanggam lama!
Kalau 'kau tidak balik,
'Kau di-sumpah de' Jin ibnu-'l-Ujan.
[cxcv] Another Charm of similar Import
Siti Daya nama laki-mu,
Maduruti nama bini-nya,
Wa' Ranai nama anak-nya,
Ka hempasan ombak Maduruti nama-'kau,
Ka telok Jin Terkilat nama-mu,
Ka tanjong Katimuna nama-mu,
Ka anak sungei Hantu Muna nama-mu,
Ka tali harus Mambang Tali Harus nama-mu!
Kita bersaudara deri dahulu sampei sakarang:
Jangan 'kau mungkir janji,
Jangan 'kau mungkir satia!
Aku pinta' tolong, pinta' tumpulkan sagala yang tajam,
Aku pinta' turunkan sagala yang bisa
De' dalam salerang badan tuboh Si Anu;
Minta' chabutkan sagala yang bisa
De' dalam salerang badan tuboh Si Anu!
Kalau tidak 'kau chabut,
'Kau 'ku sumpah dengan kata la-ilaha, d.s.b.
[cxcvi] Penawar Orang Darat
Sirih gunta, pinang gunta,
Memanjat kerakap puar;
Inchit nyah Hantu Jembalang Buta,
Tawar jampi nenek 'dah kaluar!
The ingredients are two or three leaves of sirih gunta, an areca-nut, black pepper, bawang merah, chekor, bunglei, lengkuas, brazil-wood (sepang), ebony (kayu arang), jerangau, and a porcupine quill (duri landak). Grate these and mix them well up together, and when there is a slight storm on (hari ribut kechil), take the mixture into the mouth and spit it out upon the patient. The only taboo mentioned is that neither cats nor fowls must be allowed to come in contact with the amulets of the patient (di-langgarkan tangkal-nya).
[cxcvii] Tawar Hantu Darat
Hei Hantu rimba raya!
Patahkan aku ranting kayu ara.
Buat apa ranting kayu ara?
Buat tangkal hantu rimba raya.
Angkau datang de' gaung guntong;
Datang de' rimba sa-kampong,
Pulang-lah 'kau ka rimba sa-kampong;
Datang de' sakat mati,
Pulang ka sakat mati;
Datang de' sakat besar,
Pulang ka sakat besar;
Datang de' brok besar,
Pulang-lah ka brok besar!
Aku tahu asal 'kau menjadi:
Brok besar asal 'kau menjadi!
Tidak 'kau pulangkan semangat Si Anu,
Mati di-kutop berkelentong,
Mati mawak, mati mampeh,
Mati makan sengklan darah tulang,
Kabul Allah, d.s.b.
Berkat do`a la-ilaha, d.s.b.
[cxcviii] Penawar
Bismillahi 'l-rahmani 'l-rahimi!
Kayu medang, kayu patani,
Tumboh di padang merbani,
Akar tersunjam tujoh petala bumi,
Puchok tersandar ka angkasa;
Tuan Putri deri angkasa
Membawa tawar sakalian yang bisa.
Ipoh puteh menawar ipoh merah,
Ipoh merah menawar ipoh puteh;
Ipoh puteh bena' Rasul Allah,
Ipoh merah darah Rasul Allah!
Berkat tawar Si Kamamai,
Berkat tawar Si Kadua;
Bukan aku yang punya tawar,
Hitam di Pasei yang punya tawar;
Bukan aku yang punya tawar,
Malim Karimun yang punya tawar,
Toh Petala Guru yang punya tawar!
Berkat tawar Toh Petala Guru
Tawarkan sagala yang bisa.
[cxcix] When collecting the Accessories for a "neutralising" Ceremony [p. 427.
Bukan aku yang-punya ramuan,
Kemal-ul-Hakim yang punya ramuan;
Bukan aku yang punya tawar,
Malim Saidi yang punya tawar;
Bukan aku yang menawar,
Malim Karimun yang menawar.
[cc] Badi
Hong badi, mak badi,
Badiyu, badi sengkiyu,
Badi saratus sambilan puloh tiga!
Bukan aku yang berbadi,
Sakalian bernyawa yang berbadi!
Aku tahu asal 'kau jadi:
Uri tembuni pusat tentuban asal 'kau jadi!
Turun 'kau deri urat sendi darah daging Si Anu!
Kalau 'kau tiada turun,
Aku sumpah dengan kata la-ilaha, d.s.b.
[cci] To cast out the Mischief produced by an Image [p. 431.
Buang badi buatan orang
Limes of seven kinds are wanted: e.g. limau (1) purut, (2) pagar, (3) lelang, (4) kasturi, (5) krat lentang, (6) hantu, (7) abong. Take three of each kind, fumigate them with incense, and say:--
Al-salam `aleikum, Lelang!
Kita bersaudara deri dahulu sampei sakarang;
Angkau 'nak 'ku suroh seraya menchabut sagala yang bisa,
De' dalam salira tuboh Si Anu:
Jangan 'kau mungkirkan janji,
Jangan 'kau mungkirkan satia,
Jangan 'kau menipu mendaya,
Jangan 'kau membohong berakah!
Kalau 'kau membohong berakah,
Aku sumpah dengan kata la-ilaha, d.s.b.
[ccii] Providing the Mischief with a Substitute or Scapegoat [p. 432.
Tukar Ganti
(Buang-buangan orang sakit)
Al-salam `aleikum sagala juak-juak!
Mak Raja Angin, angin yang berusoh,
Angin Hayu Manu, angin ampat-blas bhasa,
Angin kaluar deri tapak tangan kiri Raja Brahil!
Aku tahu asal angkau;
Bapa sakalian angin [1003] Abu Jahal, Abu Lihat!
Jangan angkau menggoda seksa deripada tuboh badan diri hamba Allah
Anak chuchu Adam,
Karna aku buat tukar ganti,
Aku upah angkau!
Jangan 'kau mungkir kapada aku;
Jikalau 'kau mungkir kapada aku,
Aku mungkir kapada 'kau.
Angkau jaga baik-baik!
Fasal angkau 'nak makan, aku bagi makan;
'Nak minum, aku bagi minum.
Aku bagi chukop dengan iyu, pari,
Udang, ketam, siput, kechar, [1004]
Sakalian tukar ganti kapada angkau,
Chukop dengan darah, daging, masak dan mentah,
Trima-lah baik-baik, trima-lah jamuan aku ini,
Asal-nya baik; kalau ta' baik, aku ta' bagi juga.
[cciii] Additional Charm used in the same Ceremony
(Probably used for blessing the articles of food, etc., before laying them in the tray)
Pawang Tua, Pawang Pertama,
Musa kalam Allah, [1005] Sedang Bima, Sedang Buana, Bujang Juara
Raja di Laut, [1006]
Batara Guru, Batara Giri,
Berma Sakti, Si Katimuna,
Aku minta' ma`af kapada ampat penjuru alam.
Dengan berkat, d.s.b.
[cciv] Lanchang Charms [p. 434.
Membuang balei, lanchang
Al-salam `aleikum,
Jembalang laut, hantu laut!
Baik di telok, tanjong,
Baik di beting, jangan sangkap sampei!
Ini Arong yang punya lanchang:
Angkau tolong pleherakan persembahan anak chuchu-nya,
Jangan di-usik lanchang ini;
Aku minta' hantarkan ka tanah Bugis,
Ka tempat-nya
(Dengan berkat, d.s.b.)
[ccv] Another Lanchang Charm
Inilah upah-'kau!
Jangan berbalik-balik lagi kapada Si Polan,
Jangan di-sakitkan lagi Si Polan.
To which the evil spirit replies:--
Aku tidak datang lagi kapada Si Polan,
Kalau aku datang lagi,
Langkas-langkas buah betik,
Masak-masak buah rembia,
Menetas enggang meng'ram di hutan,
Bharu-lah kita berjumpa lagi.
[ccvi] Another Lanchang Charm [p. 435.
O Dato' yang di hulu ayer,
Dato' yang di hilir ayer,
Dato' yang di darat,
Dato' yang di baru, [1007]
Berkampong-lah orang yang memegang bukit bukau
Yang memegang gaung guntong,
Yang memegang rimba raya,
Yang memegang suak sungei,
Mari-lah naik lanchang ini berkampong ramei-ramei,
Buleh di-bawa ayer hilir,
Di-bawa angin lalu,
Di-bawa tanah merkah,
Pergi-lah angkau ka laut ta' berombak,
Padang ta' berumput,
Jangan-lah angkau berbalik-balik kamari;
Jikalau angkau berbalik kamari,
Angkau di-makan sumpah,
Ka laut ta' dapat minum,
Ka darat ta' dapat makan,
Menangkop melintang bumi,
Dengan berkat la-ilaha, d.s.b.
[ccvii] Another Lanchang Charm
Hei Dato' Kasang, Jambu Agai!
Trima ini, hantarkan ka telok,
Si Anu yang membrikan.
Sa-rekong [1008] nama-nya telok,
Sa-reking nama-nya tanjong,
Si `Abas anak tokong pulau.
Minta' langsongkan persembahan ka Mambang Tali Harus.
[ccviii] Another Lanchang Charm [p. 436.
Al-salam `aleikum
Hei juak-juak yang bharu datang,
Pechah jong laut-lautan
Di-sepak de' ombak, di-tiup de' angin,
Menjajar naik menchari makan
Tujoh buah negri sa'orang bernama `Alim Palita
Sa'orang bernama Sa Merah Muda.
The following lines are the same as the last, only substituting the names (1) Sa Malim Busu, (2) Sa Jebat Lalah, (3) Sa Palik Gila, (4) Awan Senik Salih, (5) Satu Karagan Daulah, (6) Salamat Yatim, (7) Sutan Muhammad, (8) Sutan Hamat (Ahmad?):--
Hei al-salam `aleikum Awan Sajembul Lebat,
Hulubalang lidah bergulong,
Hei al-salam `aleikum Hidu Dana!
Mari-lah sakalian kaum puak-'kau,
Berkumpul kamari kechil besar, tua dan muda,
Tepak dan tempang, buta dan rungga,
Sakalian berkumpul habis kamari!
Aku 'nak bersembah kapada angkau
Kapada waktu katika ini!
Karna angkau mengutib hasil
Masu chukei krajab sagenap negri,
Sagenap telok, sagenap tanjong,
Sagenap pasar lorong rumah orang dalam negri;
Inilah aku buat tukar ganti pada angkau.
(To dismiss the spirits)
Jangan 'kau tuntut dawa' pada tempat ini!
Undor-lah angkau pergi pada tempat yang lain;
Karna sudah chukup 'ku bagi pada angkau!
Kalau angkau ta' undor,
Derhaka angkau pada Nabi Allah Suleiman!
Aku-lah anak chuchu Nabi Suleiman,
Sidik guru, sidik-lah aku,
Dengan berkat, d.s.b.
[ccix] Another Lanchang Charm
Al-salam `aleikum, Telok Rantau,
Angkau tolong sampeikan pekiriman Si Polan,
Jangan 'kau chachat, chelakan,
Jikalau 'kau chachat, chelakan,
'Kau mati di-soloh [1009] pagar melintang
Mati di-pukol samambu kuning,
Mati di-junjong lesong tembok,
Mati di-timpa upih tersangkut,
Mati di-timpa ponggor berdaun,
'Kau di-sumpah!
Aku tahu asal 'kau jadi:
Nar asal 'kau jadi!
Al-salam `aleikum, Jin Ibni Ujan
Tolong bantu hukumkan ra`yat bala-tantra-mu!
Kalau tidak,
Aku sumpah dengan kata la-ilaha, d.s.b.
[ccx] "Lanchang" Invocation used in summoning the Tiger Spirit [p. 439.
Lagu Pemanggil
Al-salam `aleikum, Penglima Lenggang Laut!
Endah-nya bukan alang kapalang
Lanchang Penglima Lenggang Laut!
Lanchang bernama Lanchang Kuning,
Lanchang bersudu linggam gading
Lanchang berturap ayer emas.
Tiang-nya nama Raja Mendela
Temberang-nya nama Perak belepeh
Dayong-nya nama Jari Lipan
Anak dayong dua kali tujoh
Tepi bernama Pagar tenggalong
Kemudi bernama Lebah bergantong
Dandan bernama Sawa mengampei,
Ula-ula [1010] menumbok kurong,
Gada-gada bermain angin,
Pemepah berkibat-kibatan,
Mari-lah Inche, mari-lah Tuan,
Sedang elok edarkan lanchang
Jerbatu [1011] bongkar-lah sauh
Jertinggi juak-lah layer,
Jermudi putar kemudi
Anak dayong paut-lah dayong,
Kamana Lanchang beredar-edar?
Lanchang bertumpu ka Pusat Tasek;
Lanchang beredar ka laut Pauh Janggi,
Main ombak, main g'lombang,
Main g'lombang, meniti riak
Jangan-lah leka, jangan-lah lalei,
Baik-lah lekas Penglima Lenggang Laut,
Jangan lengah di telok rantau,
Jangan leka di gundek chandek
Turun mendapat jinjangan.
[ccxi] Healing Charm, used with the last one
Tatang puan, tatang cherana,
Tatang dengan batang satawar,
Datang-lah tuan, datang-lah nyawa,
Datang membawa ubat penawar. [1012]
In the other quatrains the 1st and 3rd lines are the same as the 1st and 3rd of the first quatrain respectively; the 2nd and 4th lines only are given, accordingly, as follows:--
Tatang dengan kait padi-nya, [1013]
Datang dengan baik hati-nya.
Tatang dengan tunjang nyirih
Datang dudok bermakan sirih.
Tatang dengan lembah paku-nya,
Datang dengan tengkah laku-nya.
Tatang dengan kait-kait-nya, [1014]
Datang dengan baik-baik-nya.
Tatang dengan batang 'bola-nya, [1015]
Datang dengan ayah bunda-nya.
Tatang dengan chandit-chandit-nya,
Datang dengan gundek chandek-nya.
After these seven quatrains the following is added:--
Telipok bunga telipai,
Bunga kantan kembang di hulu,
Bangun bertepok membuang limbei
Anak jantan sahaja bagitu.
Here "rise and dance" (bangkit menari), saying:--
Mari-lah Inche, mari-lah Tuan,
Jangan-lah leka jangan-lah lalei,
Turun meniti tali Bayu,
Jangan leka di gundek chandek.
Jangan leka di hamba sahya.
Here call the spirit-steeds:--
Mari-lah kuda Lengkong Pulau
Mari-lah kuda Nibong Hangus,
Sa'ekor-nya kuda Lang Jengkat
Sa'ekor-nya kuda Raja Jin Peria. [1016]
[ccxii] Sucking Charm [p. 449.
Serapah Mengalin
Al-salam `aleikum, Bisa di bayang,
Bisa jangan bersenang lagi,
Bisa jangan bernaung lagi,
Bisa jangan olang-olitan,
Bisa di-puput Bayu lalu,
Bisa di-puput Mambang Kuning,
Mati di-sambar kilat tanglong,
Mati di-sambar kilat senja,
Mati di-panah halilintar,
Mati di-timpa ujan lebat
Mati di-ampuh ayer bah,
Mati di-tunda undong-undong
Mati di-alun tepong pelunas,
Kabul berkat, d. s. b.
[ccxiii] The Dough figure [p. 452.
Kretas Si Layang-layang,
Layang lalu ka-dalam mangko',
Terlintas saperti bayang-bayang,
Aku mengenakan do`a Bintang Mabok.
Bintang Mabok di kiri-ku,
Bulan ampat-blas di kanan-ku
Payong Si Lanchang melintang aku,
Kabul-lah berkat la-ilaha, d.s.b.
[ccxiv] Orang Riang Semangat [p. 456.
Pisau raut, pisau renchong,
Terselit kapada dinding;
Hantu laut, hantu kampong,
Inchit-lah angkau, nyah-lah angkau deri-sini
Jangan-lah angkau kundang semangat Si Anu itu,
Pulangkan-lah balik
Masok sifat jasad Si Anu itu,
Dudok-lah angkau tetap-tepap
Mana mana yang datang, jangan 'kau ikut.
Berkat la-ilaha, d.s.b.
For other charms connected with the medical or magic treatment of the soul, vide secs. vi-viii, supra and cclxv-cclxxv, infra.
[ccxv] Medicine
Senna.--As an example of the present state of medical science among the Malays, the following translation of instructions for the use of a well-known drug may be of interest. It will be seen that it cures as many diseases as some of the patent pills of modern advertisements. The mention of grapes, dates, and pomegranates as ingredients may show that the Malay prescription is itself a translation from Indian or Arabic sources:--
"This is designed to explain the virtues of the senna of Mecca (daun sana-makki), which is famous among all doctors of experience.
"First. Take some senna leaves with their stalks and bark, pound the whole up fine, and then weigh out a quantity as heavy as three Java duits. Let this be mixed with honey. If this is swallowed, its properties are to cause all diseases of the chest to disappear.
"Second. Mix the senna leaves with moist sugar. If this is taken internally, the effect is to expel cold from the body and to give strength to the organs.
"Third. Mix the senna leaves with sugar candy. This gives strength to the bones.
"Fourth. Mix the senna leaves with clarified butter and moist sugar. If this is taken for three days it will get rid of all bad humours in the body, and will give health.
"Fifth. Mix the senna leaves with fresh butter to which no salt has yet been added. The properties of this mixture are to cure headaches and to cleanse the brain and to remove any bad taste in the mouth.
"Sixth. Mix the senna leaves with curds. This mixture operates as an antidote to poison and prevents evil consequences from it.
"Seventh. If senna be taken with goat's milk, it will cause an accession of strength, though complete weakness existed just before.
"Eighth. If senna be taken with dates, everything offensive is removed from the mouth, and the body is made healthy, and a good appetite is established.
"Ninth. If senna be taken with pomegranates, the body becomes strong, and though the patient may be old, nevertheless there is an addition of strength, and the organs of the chest are cleansed, and the appetites are stimulated.
"Tenth. If senna be taken with grapes, it gives light to the eyes which were dim. This is proved by experience.
"Eleventh. If senna be drunk with vinegar, it cures fever accompanied by shivering and trembling of the bones, and expels all mischief from the stomach, and cleanses the organs of the chest.
"Twelfth. If senna leaves be taken with orange juice, all internal heat is removed, and a man who was before quite thin will speedily grow fat.
"Thirteenth. If senna is drunk with dew, the eyes become bright and clear.
"Fourteenth. If senna is taken in water in which pomegranate peel has been boiled, it cures dysentery.
"Fifteenth. If senna is boiled with cocoa-nut water and taken internally, it will cure diabetes and gravel, by the will of God ever to be praised and Most High."
Thus the properties of the senna of Mecca are concluded under fifteen headings. [1017]
Specimen Words of the Spirit Language used by Pawangs
[ccxvi] Bhasa Hantu
English. Malay. Spirit Language.
betel-leaf sirih merak b'layang
bird burong simbangan
blood darah kasai
candle lilin talong
cane-sugar juice ayer tebu tuwak (tuak)
child anak demit
daylight siang sinar
dead mati merat
dwelling-place tempat tinggal jinjangan or sandaran
eye mata bintang
fish ikan sampah laut or daun kayu
fowl ayam mendong
head kapala hulu
house rumah balei
ill sakit 'rayu
jar buyong lobok
life nyawa kelbu
lightning kilat panah lodan
night malam silam
pig babi pandak kaki
rice b'ras gandum or jer'ba
sleep tidor merapat bintang
spear lembing tohok
thunder guroh lodan
tobacco tembakau ranting berjela
water ayer jamjam
wind angin bayu
wood kayu jetun or jeitun
Dances
[ccxvii] [p. 464.
The Gambor Dance (Main Gambor) should be illustrated by the Sha`ir Radin, which, however, is far too long to be given in extenso.
It begins:--
Anggrek dewana berjambangan,
Kapala Gempa Raja Wolanda;
Tabek Tuan Dewa Kayangan,
Handak di-sambut Paduka chunda.
Anggrek dewana tengah sagara,
Selang berawan di-makan kuda;
Tabek Tuan Dewa Udara
Di-pohunkan turun chunda anak'nda.
Anggrek dewana diatas papan,
Jatoh sa-kaki di-makan kuda;
Tabek Tuan Batara Kuripan,
Di-pohunkan Tuan sakalian anak'nda.
Anggrek dewana di tengah sagara,
Daun di-makan burong Garuda;
Tabek Tuan Batara Indra,
Di-pohunkan turun Paduka anak'nda.
Anggrek dewana di-sambar helang,
Bunga-nya habis di-makan kuda;
Tabek Tuan Batara Gugelang,
Di-pohunkan turun Paduka anak'nda.
Anggrek dewana Naga Sari,
Meraksi kain Wolanda;
Tabek Tuanku Batara Sari,
Di-pohunkan turun Paduka anak'nda.
The ending is:--
Anggrek dewana berjambangan,
Kapal kembali lalu ka Jawa;
Tabek Tuanku Dewa Kayangan,
Sudah kembali chunda anak'nda,
Anggrek dewana di tengah sagara,
Sedang berdaun di-makan kuda;
Tabek sakalian isi Udara,
Sudah kembali chunda anak'nda.
Adoh Pekulun Sang Perbu,
Mu terjalan Dewa Kayangan
Semperna pekulun Batara Guru,
Sudah kembali chunda sakalian.
Jangan Tuan berpauh (?) padi,
Jikalau bidok serempu juga;
Jangan-lah Tuan berjauh hati,
Jikalau hidup bertemu juga.
Tanam kembili didalam jambangan,
Anak rusa memakan rumput;
Kembali-lah Tuan orang kayangan
Esok lusa pula 'ku jemput.
[Tamat-lah Sha`ir Dewa Kayangan,
Tamat didalam balei pengadapan;
Serta meminta' bias kasihan
Kapada tuan wakil karaja'an.
Tamat kapada hari-nya Khamis,
Perkata'an banyak tiada berjenis;
Didalam masa dudok menulis
Terkenangkan sakit penghabis-habis]
[ccxviii] Monkey Dance Invocation [p. 465.
Main B'rok
Lok Lok, Si Mundi,
Si Mundi, Si Munaya!
Datang Berok Tunggal
Menggunchang-gunchang tanggok.
Tanggok siapa ini?
Tanggok Si Mara Pati.
O lambak! O lambai!
Si Olong meniti batang,
Titi teranggok-anggok.
'Ku mimpi Dayang ku mimpi
'Ku mimpi bayok-nya [1018] Berok!
Ka serok, [1019] ka serangan,
Ka sambar, ka si mukan!
'Ku tengo' ka danau
Antah Berok, antah bukan.
Daun dedap, daun simpor,
Tertudong ladang kami
Lelap-lelap nenek tidor
Dengarkan b'rita kami.
Hendik! Hok!
[ccxix] Palm-blossom Invocation [p. 466.
Main Mayang
Di-anggit mayang di-anggit,
Di-anggit di pantat pasu,
'Ku panggil dayang 'ku panggil,
'Ku panggil turun bersatu.
'Ku anggit mayang 'ku anggit,
'Ku anggit di poko' tua,
'Ku panggil dayang 'ku panggil
'Ku panggil turun berdua.
'Ku anggit mayang 'ku anggit
'Ku anggit di poko' geliga
'Ku panggil dayang 'ku panggil,
'Ku panggil turun bertiga
'Ku anggit mayang 'ku anggit
'Ku anggit di poko' perepat,
'Ku panggil dayang 'ku panggil
'Ku panggil turun berampat.
'Ku anggit mayang 'ku anggit
'Ku anggit di poko' delima,
'Ku panggil dayang 'ku panggil
'Ku panggil turun berlima.
'Ku anggit mayang 'ku anggit
'Ku anggit di poko' kerenam,
'Ku panggil dayang 'ku panggil
Bidadari turun beranam.
'Ku anggit mayang 'ku anggit
'Ku anggit di pangkal buloh
'Ku panggil dayang 'ku panggil
Bidadari turun bertujoh.
Pinjam tukol pinjam landasan
'Nak menukol tengko' Pari
Pinjam dusun pinjam 'laman
Menurunkan anak bidadari.
Pinjam tukol pinjam landasan,
'Nak menukol belakang Pari,
Pinjam dusun pinjam 'laman
Menurunkan anak bidadari.
Pinjam tukol pinjam landasan,
'Nak menukol gelabang Pari,
Pinjam dusun pinjam 'laman
Menurunkan anak bidadari.
Pinjam tukol pinjam landasan
'Nak menukol kapala Pari,
Pinjam dusun pinjam 'laman
Menurunkan anak bidadari.
Pinjam tukol pinjam landasan
'Nak menukol gerongok Pari,
Pinjam dusun pinjam 'laman
Menurunkan anak bidadari.
Pinjam tukol, pinjam landasan
'Nak menukol ensang Pari,
Pinjam dusun, pinjam 'laman
Menurunkan anak bidadari.
Pinjam tukol, pinjam landasan
'Nak menukol ekor Pari,
Pinjam dusun, pinjam 'laman,
Menurunkan anak bidadari.
Gali-gali halia,
Dapat sa-jari dua jari,
Chhari-chhari padang mulia
Menurunkan anak bidadari.
Gali-gali bunglei
Dapat sa-jari dua jari,
Chhari-chhari padang yang selesei
Menurunkan anak bidadari.
Gali-gali serei
Dapat sa-jari dua jari,
Chhari-chhari padang yang sukor,
Menurunkan anak bidadari.
Gali-gali temu
Dapat sa-jari dua jari
Chhari-chhari padang yang jemor
Menurunkan anak bidadari.
Gali-gali kunyit
Dapat sa-jari dua jari
Chhari-chhari padang yang sulit
Menurunkan anak bidadari.
Gali-gali lempoyang
Dapat sa-jari dua jari
Chhari-chhari padang yang loyang,
Menurunkan anak bidadari.
Tatang puan, tatang cherana,
Tatang di tengah taman,
Datang-lah tuan, datang-lah nyawa,
Datang-lah dudok di tengah 'laman.
Tatang puan, tatang cherana,
Tatang puan pagi hari,
Datang-lah tuan datang-lah nyawa,
Datang naik membasoh kaki.
Tatang puan tatang cherana
Tatang bidok di selasar
Datang-lah tuan datang-lah nyawa
Datang dudok 'nak bentang tikar.
Tatang puan tatang cherana
Tatang dengan kait padi-nya,
Datang-lah tuan datang-lah nyawa
Datang dengan baik hati-nya.
Tatang puan tatang cherana
Tatang bidok S'ri Rama,
Datang-lah tuan datang-lah nyawa
Datang-lah dudok bersama-sama.
Tatang puan, tatang cherana
Tatang dengan tunjang nyiris (nyirih)
Datang-lah tuan datang-lah nyawa
Datang-lah dudok makan sirih.
Tatang puan tatang cherana
Tatang dengan lembah paku-nya,
Datang-lah tuan datang-lah nyawa,
Datang dengan tengkah laku-nya.
[Maka turun-lah Bidadari bertenggek diatas mayang itu]
'Ku lansar mayang ku lansar
'Ku lansar ka chawan puteh,
Di-hantar Dayang di-hantar
Di-hantar ka awan puteh.
'Ku lansar mayang ku lansar
'Ku lansar ka chawan hitam,
'Ku hantar Dayang 'ku hantar
'Ku hantar ka awan hitam.
'Ku lansar mayang 'ku lansar
'Ku lansar ka chawan hijau
'Ku hantar Dayang 'ku hantar
'Ku hantar ka awan hijau
'Ku lansar mayang 'ku lansar
'Ku lansar ka chawan biru.
'Ku hantar Dayang 'ku hantar,
'Ku hantar ka awan biru.
'Ku lansar mayang 'ku lansar
'Ku lansar ka chawan merah.
'Ku hantar Dayang 'ku hantar
'Ku hantar ka awan merah.
'Ku lansar mayang 'ku lansar
'Ku lansar ka chawan ungu,
'Ku hantar Dayang 'ku hantar
'Ku hantar ka awan ungu.
'Ku lansar mayang ku lansar
'Ku lansar ka chawan kuning
'Ku hantar Dayang ku hantar
'Ku hantar ka awan kuning.
[ccxx] Fish-trap Invocation [p. 468.
Main Lukah
Tahaseh! Tahaseh!
Mak Si Banding siat lukah,
Jumpa bemban sikutari
Kalau 'nak menengo' lukah menari.
'Nak menengo' kaya Allah.
Ka cheti kambing ka cheti
Ka tasek ka gumba jangan,
Ingat-ingat dalam hati
Kata-ku tadi lupa jangan.
Ka kebun kita ka kebun
Jangan di-beli mangko' kerang,
Berhimpun kita ka-balei Dato'
Mak Si Banding gila sa'orang.
Hilir lorah, mudik lorah,
Siku bemban sikutari
Kalau ada di-pemudah
'Nak menengo' lukah menari.
[ccxxi] Di-bisekkan
"Jangan 'kau bri malu,
Bangkit-lah menari."
Bangkit-lah dia.
[ccxxii] Alternative Version
Silawasi tahu Dandi asal jadi,
Dudok di balci kota mangka,
Lima raut, raut rotan,
Kalau rautan penjalin lukah,
Ka'lukah si-bagei Allah.
Kachiti kambing kachiti
Puchok katari lumba jangan.
Pikir-pikir didalam hati
Bisek nan tadi lupa jangan.
Hilir lorah mudik lorah
Dapat bemban ya-ka-tari,
Menchoba pakeian Allah,
Menengo' lukah menari.
Tang terbalik tergelintang
Dua di batang bertindeh juga,
Bagei tabek bagei bintang
Lukah melenggang bagei naga.
Agai-agai perembek pagai
Perembek tumboh di mata-nya,
Suroh pulang de' nan langkai,
Lukah lupa di-kata-nya.
Kerembek kerembang batang
Penyajar sawah teruka
Suroh pulang de'nan langkai
Tersirak darah di muka,
Kumbang menengong di buloh minyak
Jangan tegak termenong lukah de' orang banyak.
Theatrical Exhibitions
[ccxxiii] Invocation used when opening a Theatre for the Ma'yong [p. 504.
Bacha'an Pawang handak membuka Panggong main Ma'yong
Al-salam `aleikum, ibu deri bumi bapa ka langit! Jangan bertulah papa sagala pa'yong, ma'yong, pran tua, pran muda, jangan-lah menggoda seksa pada sakalian kaum kawan ma'yong, dengan karna bukan aku mari mengadu bijak pandei pitah itu-pun tidak deri ta`lok sini. Jikalau aku mari deri sini aku handak deripada harap adek kakak tuan penghulu dan jangan-lah siapa aniaya dengki khianat pada sakalian kawan pa'yong ma'yong samua sakali dengan pran tua muda dengan panjak pengantin sakali dengan Sri Gemuroh Sri Berdengong. Jangan bri rosak binasa berchachat chela jangan di-bri pa'yong ma'yong bersumbing runting dan jangan bri chachat chela dan jangan bri berpening ralu dan berchochak tikam panas hangat pun jangan dan jangan bri bersenak tajam dan bri berhalun susun dan cherah chirit dan sangkak sebak itu-pun jangan dan jangan bri bermuntah cherah itu-pun jangan berbrat patah itu-pun jangan lengoh lumpoh itu-pun jangan, 'nak minta' segar dikar `adat zaman sedia kala 'nak minta sejok dingin saperti ular chintamani.
Al-salam `aleikum hei Awang Itam, Raja di Bumi, mu jangan terkejut tergemam dan mu jangan berpungoh juah karna mu berjalan ikut urat tanah dan mu beradu di pintu bumi dan bukan-nya aku mari mengadu bijak itu dengan mu karna aku 'nak tumpang manja dan berkirim diri sendiri maka aku 'nak minta'-lah kapada mu berundor bertiga langkah ampat buchu perbaruan dan mu jangan kasana kasini aku 'nak kirim pa'yong ma'yong sakalian pran tua muda dengan panjak pengantin aku tahukan [1020] baik pada diri-mu dan jangan-lah aniaya dengki khianat dan mu jangan bertimpah langgar dengan sakalian pa'yong ma'yong dan panjak pengantin dan pran tua dan muda dan ka-samua sakali dengan orang yang menengo' dan ka-samua sakali dengan tuan ramah tuan kampong dan mu jangan bri pening ralu berchochak tikam dan berketik gigi dan bergatal ming dan panas pedis pun jangan, 'nak minta' biar sejok dingin saperti ular chintamani.
Al-salam `aleikum, 'ku 'nak gunchang deri galanggang sini ampat pendahap dan ampat penjuru `alam. Mana-mana yang kramat ampat pendahap ampat penjuru `alam yang disini, jangan-lah terkejut tergemam dan jangan-lah berpungoh juah dan jangan-lah murih marah karna bukan-nya hamba mengadu bijak deri ta`lok sini dalam kampong sini maka hamba mari 'nak melepas deripada harap hajat adek kakak tuan penghulu sini maka 'nak tumpang-lah deripada nenek yang kramat sini serta manja dan berma' du' handak berkirim diri sendiri serta handak-lah berkirim ma'yong pa'yong kapada nenek yang kramat disini ka-samua sakali dengan panjak pengantin pran tua dan pran muda 'nak minta' jangan-lah dengki aniaya khianat pun dan jangan-lah bri rosak binasa dan minta' deripada nenek sakalian kaum budak nenek jangan-lah bri budak nenek berlak pajan dan 'nak minta'-lah deripada nenek jangan bri rosak binasa berchela chachat sakalian puak ma'yong dan 'nak minta' biar sejok dingin saperti ular chintamani.
Al-salam `aleikum 'ku 'nak gunchang deripada nenek 'ku yang bernama Petra Guru, guru awal mula menjadi dan jadi-nya itu dengan jasad jadi. Maka Guru bertapa didalam baluh bulan dan Guru ber`amal didalam kendong matahari dan Guru 'ku berbajukan manik hijur dan Guru 'ku berdarah puteh bertulang tunggal beroma songsang berurat kajur bertengko' itam lidah fasih ayer lior pun masin. Dengan karna nenek ku orang bersidi sakti sabarang pinta' sabarang menjadi dan barang kahandak barang buleh maka nenek pun jangan bertulah papa kadapatan seksa pada sakalian pa'yong ma'yong sakalian panjak pengantin dan pran tua pran muda dan minta' nenek hulor kaki kaki hamba sujud dan hulor tangan tangan hamba jabat hamba handak minta' penawar puteh medong bersila deripada nenek yang sendi-sendi kramat hamba 'nak minta' nenek turunkan tiga titek serta dengan kasaktian mu hamba 'nak perchik sakalian pa'yong ma'yong pran tua pran muda ka-samua sakali dengan panjak pengantin dan nenek jangan-lah bri berosak binasa dan nenek jangan-lah berlak pajan 'nak minta' jangan-lah bri rosak binasa chachat chedra sakalian pa'yong ma'yong. Maka sakarang handak grakkan pa'yong ma'yong deri anjong tujoh astana tujoh mahligei tujoh astana yang atas astana yang awalan awal mula menjadi dengan jasad jadi. Maka aku 'nak buka-lah pintu anjong astana yang tujoh pintu yang berselak. Aku 'nak buka deri luar lantas ka dalam anjong tujoh astana tujoh. Maka terbuka-lah dengan pintu hawar nafsu dan terbuka sakali dengan sir (?) pintu e`tikad dan pintu chinta berahi dan terchinta-chinta siang menjadi malam makan ta' kenyang tidor ta' jendra ingat ta' ingat dengar ta' dengar tengo' ta' tengo. Maka aku grak deri luar lantas ka dalam anjong tujoh astana tujoh. Jangan du' ralib tidor beradu! Jaga sa'orang, jaga ka-samua mendengar khabar tutor-'ku! Jaga mendengar petutoran-'ku! Karna tutor-'ku tiada gha'ib dan berasa-'ku tiada lelap jajaran-'ku tiada luput. Maka jaga-lah pa'yong menjembakan pa'yong, jaga ma'yong menjemba ma'yong, jaga pran bersama pran, jaga juru gendang bersama juru gendang, jaga juru gong bersama juru gong, jaga pengantin bersama pengantin, jaga panjak bersama panjak! Jangan berlak pajan, jangan berosak binasa dan jangan bri sumbing runting berchachat chela sakalian pa'yong ma'yong sagala kawan ma'yong mana yang didalam perbaruan. [1021]
[ccxxiv] The Same Ceremony as described by 'Che Hussein [p. 511.
Pasang lilin tiga batang, satu minta' ampun kapada kramat yang memegang tanah disini, satu pada guru kita (Batara Guru), satu kapada sagala jin ma'yong. Sudah itu, menepong tawar, katakan:
Invocation to the Earth Spirit(s)
Panggil Hulubalang (Jin Tanah)
Hei Hantu Tanah, Jembalang Tanah!
Aku tahu asal 'kau jadi:
Bintang Timor asal 'kau mula jadi.
Berkat Dato' Batara Guru,
Dato' jangan menyakitkan,
Dato' jangan membisakan,
Dato' jangan membengkakkan:
Biar suka sagala hamba Allah
Mendengar permainan kita!
[ccxxv] To Batara Guru
To charm (jampi) the Lime
Sama Raja-nya (Batara Guru)
Hei batang bernama Raja Berdiri,
Akar bernama Raja Bersila,
Kulit bernama Raja Bersenam,
Dahan bernama Raja Bersula, [1022]
Daun bernama Raja Berpanah,
Panahkan sakalian hati ummat Muhammad!
Hei Siti Terjali nuri Muhammad!
Angkau melemahkan sagala hati ummat Muhammad,
Yang kasuka dengar permainan kita.
Kalau angkau ta' sukakan,
Aku sumpah dengan kata Allah.
[ccxxvi] To the Kramat
Kapada Kramat
Hei Jin Tanah! undor angkau tiga tapak
Ampat penjuru `alam
Tujoh jerong dulapan desa;
Aku 'nak minta' buka panggong!
Jangan 'kau membri sakit demam, pening, kelu,
Kapada panjak pengantin, yang bermain sakalian-nya,
Yang pukol buloh, yang gesek rebab,
Pran tua, pran muda.
[ccxxvii] Perkata'an Kapada Kramat
Kramat di kampong, tabek di kampong!
The next six lines are similar, only substituting for the word kampong the words (1) padang, (2) rimba, (3) gunong, (4) pulau, (5) laut, (6) darat, respectively.
Tabek sa'orang samua rata!
Mana sebut, ta' tahu nama,
Mana sembah, ta' tahu tempat.
Hamba 'nak mohun tempat bermain.
Jangan bri sakit demam, pening, kelu
Sagala panjak pengantin, d.s.b.
[Ambil] dua biji limau purut gantong satu didalam gong betina, dan gantong satu lagi pada timbal ayer mengadap barat tepat, sebab limau poko' ma'yong: [1023] berubat pun pakei, 'nak chuchi perkakas pun pakei limau: di-sebut-nya:--
Hei limau purut, limau kak lelang! [1024]
Bukan aku menanam limau,
Semurah yang menanam limau.
[ccxxviii] Another Invocation to the Black Genie
Comments
Log in to leave a comment.
Malay MagicChapter VI: Magic Rites as Affecting the Life of Man (1)
0%32 min left in chapter